Category Archives: wanita dan rokok

Wanita Ternyata Lebih Sulit Menghentikan Kebiasaan Merokok

Merokok adalah perilaku yang membahayakan bagi kesehatan karena dapat memicu berbagai macam penyakit yang mengakibatkan kematian, tapi sayangnya masih saja banyak orang yang memilih untuk menghisapnya. Dalam asap rokok terdapat 4.000 zat kimia berbahaya untuk kesehatan, dua diantaranya nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik (Bahar dalam Mutadin, 2002).

Perilaku merokok untuk sebagian orang merupakan perilaku yang masih dapat ditolerir. Hal ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah, kantor, kampus, angkutan umum maupun di jalan-jalan. Hampir setiap saat dapat dijumpai orang yang sedang merokok dan biasanya orang yang ada disekelilingnya seringkali tidak peduli. Hal yang memprihatinkan adalah usia mulai merokok yang setiap tahun semakin muda. Bila dulu orang mulai berani merokok biasanya SMP maka sekarang dapat dijumpai anak-anak SD sudah mulai merokok secara diam-diam (Mu’tadin, 2002). Padahal menurut Center for The Advancement of Health (dalam Wulandari, 2007), merokok adalah faktor yang dapat menyebabkan dan mempercepat kematian. Beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh merokok adalah kanker paru-paru, bronkhitis, penyakit-penyakit kardiovaskular, berat badan lahir rendah, dan keterbelakangan.

Efek dari merokok juga dapat berinteraksi dengan faktor-faktor berisiko lainnya yang menjadi penyebab utama kematian di negara-negara maju (Ginnis, Richmand, Brandt, Windom & Mason dalam Wulandari, 2007). Contohnya, interaksi dari efek merokok dan kolesterol dapat menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan penyakit jantung. Perilaku merokok memang merupakan perilaku yang merugikan bagi kesehatan salah satunya adalah bagi wanita yang merokok. Banyak fakta tentang kesehatan seputar wanita merokok di Amerika. Fakta tersebut antara lain:

1. resiko meninggal akibat kanker paru-paru 12 kali lebih tinggi pada wanita yang merokok dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah merokok

2. merokok dapat mempengaruhi kemampuan untuk hamil

3. merokok selama hamil meningkatkan resiko keguguran, kelahiran mati, prematur, dan bayi lahir dengan berat badan rendah

4. penyebab kematian pada wanita terkait merokok adalah kanker paru-paru, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru kronis

5. penyakit jantung merupakan pembunuh wanita nomer satu di Amerika Wanita biasanya menderita penyakit jantung lebih lambat daripada pria, namun tidak begitu halnya jika wanita merokok. Faktanya wanita perokok akan menderita serangan jantung lebih cepat 12 tahun daripada wanita yang tidak merokok. Hal ini terkait hormon terpenting wanita yaitu estrogen. Pada masa remaja dan usia produktif, hormon ini melindungi wanita dari penyakit jantung. Estrogen juga meningkatkan kolesterol baik dalam tubuh dan juga membantu menjaga peredaran darah, sehingga mencegah penyumbatan pada pembuluh darah yang beresiko memicu serangan jantung (Anonim, 2008). Juniarti (1999), juga menyebutkan bahwa wanita perokok mempunyai risiko terhadap kanker mulut, faring, laring (pita suara), esophagus, pankreas, ginjal, kandung kemih, leher rahim khususnya kanker paru-paru lebih tinggi dibandingkan laki-laki perokok.

Hindarto (2008) mengemukakan bahwa jika dibandingkan laki-laki perokok, wanita perokok lebih sulit melepaskan ketergantungan terhadap rokok seperti nikotin. Wanita bisa saja melepaskan diri dari rokok tapi perlu banyak dukungan psikologis untuk mewujudkannya. Menurut Croghan (2008), peneliti Mayo Clinic, dari sisi psikologis wanita lebih dekat dengan sifat mudah depresi, sensitif, mudah marah. Perasaan-perasaan itu akan menyebabkan wanita perokok akan terus mengambil sebatang rokok jika dihinggapi perasaan itu.

Berbagai zat yang terkandung dalam rokok:

SURVEI PENELITI TENTANG PERILAKU MEROKOK PADA WANITA

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Wanita lebih banyak membutuhkan bantuan dan dukungan jika ingin berhenti merokok. Peneliti menyatakan, wanita bisa saja melepaskan diri dari rokok tetapi perlu lebih banyak dukungan psikologis (ketimbang pria) untuk mewujudkannya.

Menurut Dr. Ivana T. Croghan, peneliti Mayo Clinic, dari sisi psikologis wanita lebih dekat dengan sifat mudah depresi, sensitif, dan mudah marah. Perasaan-perasaan itu akan menyebabkan wanita perokok akan terus mengambil sebatang rokok, sebatang rokok, dan terus-menerus jika dihinggapi perasaan itu. Emosi memang sangat berpengaruh untuk memicu seseorang menjadi seorang perokok. Dr. Ivana T. Croghan mengatakan, dukungan secara emosional, baik dilakukan oleh psikolog maupun orang-orang sekitar dapat menjadi “alat” untuk melepaskan seorang wanita dari rokok ketimbang menggunakan obat-obat medis.

“Saya ingin mendorong orang yang tak ingin menggunakan obat-obat medis untuk setidaknya mendapatkan konsultasi psikologis,” ujar Croghan. (Softpedia/yc).

Dampak Merokok

Oskamp (dalam Smet, 1994) mengatakan bahwa tidak perlu diragukan bahwa perilaku merokok itu mengandung faktor resiko untuk kesehatan. Resiko kematian bertambah sehubungan dengan banyaknya merokok dan umur awal merokok yang lebih dini. Menurut Anies (2006), rokok secara luas telah menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Diduga hingga menjelang tahun 2030, kematian akibat merokok akan mencapai 10 juta orang per tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2030 tidak kurang dari 70% kematian yang disebabkan oleh rokok akan terjadi di negara berkembang.

Takasihaeng (2000) mengatakan bahwa rangsangan asap rokok juga mempengaruhi keseimbangan hormon yang diperlukan untuk reproduksi. Asap rokok dapat mengganggu pergerakan dari bagian rahim di mana biasanya telur dan sperma yang telah bersatu tidak mendapat tempat yang tepat. Akibatnya tidak terjadi kehamilan.

Sumber

Iklan

Indonesia Perokok Terbesar Ke-3 Dunia

Kebiasaan merokok di Indonesia tercatat 400 ribu orang meninggal per tahun.

VIVAnews – Indonesia masih menempati juara ketiga dunia dalam hal merokok. Ketua Harian Komnas Pengendalian Tembakau Mia Hanafiah mengatakan, posisi Indonesia masih ditingkat teratas karena pertumbuhan konsumsi rokok di kalangan generasi muda Indonesia adalah yang tercepat di dunia.

Seorang perempuan terlihat sedang menghisap sebatang rokok

Seorang perempuan terlihat sedang menghisap sebatang rokok

“Saya melansir dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut bahwa jumlah perokok di Indonesia adalah yang terbesar ketiga,” kata Mia dalam sambutan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Tugu Proklamasi, Sabtu 21 Agustus 2010.

Mengutip WHO, kata Mia, bahwa akibat kebiasaan merokok di Indonesia tercatat 400 ribu orang meninggal per tahun.

Mia mengatakan, rokok menjadi sangat berbahaya karena rokok adalah produk dari tembakau yang mengandung zat berbahaya dan adiktif, berisi kurang lebih 4000 bahan kimia, dan 69 diantaranya bersifat karsinogenik (memicu kanker). Zat-zat berbahaya itu antara lain seperti tar, karbon monoksida, sianida, arsen, formalin dan nitrosiamin.

Untuk itu dalam acara peringatan HUT RI ke 65 ini, Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) meminta agar pemerintah segera mengatur peredaran dan penggunaan rokok. “Ini mengacu pada UD 1945 pasal 28H ayat I yang menyebut setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. Sehingga paling tidak pemerintah perlu segera mengeluarkan undang-undang atau peraturan untuk mengatur peredaran tembakau ini,” kata dia.

Bahaya Rokok (Gambar)

Seringkali gambar berbicara lebih banyak dari kata-kata. Kali ini, mereka berbicara tentang Rokok. Mari kita dengarkan bersama-sama.

Gambaran apa yang terjadi pada tubuh seorang perokok

lagi….

Zat-zat beracun dalam sebatang rokok

karena itu…..

salam untuk ayah…

Daddy, stop smoking...

dan juga untuk ibu….

Jumlah Perokok Perempuan Meningkat

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan jumlah perokok perempuan di tanah air cenderung meningkat dari tahun ke tahun. “Menurut survei nasional ada kenaikan,” katanya saat menyampaikan paparan terkait peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Kamis.

Dalam sambutan tertulisnya pada seminar tentang penanggulangan masalah tembakau Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan mengatakan jumlah perempuan perokok yang tahun 1995 hanya 1,7 persen sudah meningkat menjadi 5,06 persen pada 2007. Hal itu, menurut Menteri Kesehatan, antara lain disebabkan oleh kampanye pencitraan oleh industri tembakau yang dari waktu ke waktu kian agresif.

Secara terpisah pegiat lembaga swadaya masyarakat Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3) Fuad Baradja mengatakan industri rokok menggunakan trik-trik khusus untuk menarik kaum perempuan menghisap rokok yang mereka anggap sebagai target pasar menjanjikan. Melalui iklan-iklan produk mereka, dia menjelaskan, industri rokok menyampaikan informasi yang menyesatkan tentang rokok.

“Dibikin iklan dengan figur-figur yang terlihat keren yang kemudian membuat orang menganggap merokok sebagai hal yang keren. Mereka juga pakai kata-kata ‘mild’ dan ‘low tar’, seolah rokok-rokok itu dampaknya lebih ringan dari rokok yang lain, padahal kenyataannya tidak demikian,” katanya.

Iklan-iklan semacam itu, menurut dia, ikut memberikan kontribusi terhadap perubahan pandangan masyarakat terhadap perempuan yang merokok. “Dulu perempuan yang merokok dianggap nakal dan liar. Pelan-pelan pandangan itu berubah, tidak sekuat dulu, sehingga para perempuan tidak lagi merasa malu kalau merokok, bahkan sebaliknya, merasa keren,” katanya.

Padahal kebiasaan merokok sudah terbukti menimbulkan banyak gangguan kesehatan, membuat beban biaya kesehatan meningkat. Asap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas seperti karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen dan senyawa hidrokarbon serta zat kimia berbahaya termasuk tar, nikotin, benzopiren, fenol, dan kadmium.
Gas dan partikel dalam asap rokok penyakit obstruksi paru menahun (PPOM) seperti emfisema paru-paru, bronkitis kronis, dan asma.

Kebiasaan merokok juga menjadi penyebab utama terjadinya kanker paru-paru karena partikel asap rokok, seperti benzopiren, dibenzopiren, dan uretan, dikenal sebagai bahan karsinogen. Bahan-bahan kimia dalam rokok, kata dokter spesialis kandungan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta Tricia Dewi Anggraeni, menimbulkan ganguan pada organ reproduksi perempuan. “Rokok meningkatkan risiko terhambatnya pertemuan sel sperma dengan sel telur yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan melahirkan bayi hidup,” katanya.

Merokok, ia melanjutkan, juga menghambat pematangan sel telur yang selanjutnya dapat menimbulkan gangguan siklus menstruasi, mempercepat masa menopause serta memperburuk tampilan fisik perempuan seperti tekstur kulit, suara dan binaran mata. “Selain itu merokok juga menghambat pertumbuhan janin. Perempuan yang merokok juga berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, sesudah itu pertumbuhannya juga akan terganggu,” katanya.

Hal itu, menurut Menteri Kesehatan, akan menghambat tujuan pemerintah mencapai target Tujuan Pembangunan Millenium (Millenium Development Goals/MDGs) menurunkan angka kematian ibu. Oleh karena itu, dia menjelaskan, pemerintah bersama komponen bangsa yang lain berusaha mengendalikan dampak penggunaan tembakau.

Usaha itu, kata dia, antara lain dilakukan dengan membuat regulasi dan menerapkan kebijakan pengendalian dampak tembakau. “Sudah ada undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang mengatur pengamanan produk yang mengandung zat adiktif termasuk tembakau,” katanya.

Pemerintah, kata dia, juga mendorong penerapan kebijakan kawasan tanpa asap rokok. “Sekarang ini sudah ada 18 kabupaten/kota yang menerapkan peraturan daerah tentang kawasan tanpa asap rokok,” demikian Menteri Kesehatan.

Tujuh Langkah Melupakan Rokok

BERHENTI merokok tidaklah semudah membalik telapak tangan.  Menurut direktur pendidikan masyarakat di American Lung Association of New Yo di New York City, Rami Bachiman, hanya 10 persen di antara 20 juta perokok yang mencoba berhenti tiap tahun akhirnya mencapai sukses.

Ada bermacam-macam strategi yang dapat digunakan untuk menolong diri sendiri seperti  membuat tangan tetap sibuk mengunyah wortel, menghela napas panjang di udara segar, minu air putih, atau bahkan menghadiahi diri sendiri.

Kendatipun demikian berikut ini beberapa cara yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk berhasil berhenti merokok dan tidak kembali lagi ke kebiasaan semula selama minggu-minggu pertama yang sangat kritis :

1. Catat kemajuan Anda. Bila Anda mencoba berhenti merokok secara pelan-pelan tetapi mantap, yang penting Anda perbuat adalah menetapkan kapan Anda akan betul-betul meninggalkan rokok.  Akan tetapi sementara itu, catat setiap batang rokok yang Anda isap-di mana dan dalam kondisi apa, saran Don R. Powel, Ph.D. ketua American Institute for Preventive Medicine di Farmingto Hills, Michigan, yang juga seorang mantan perokok. Ini aka memudahkan Anda mengidentifikasi situasi-situasi yang menyebabka Anda merokok lalu menentukan perilaku alternatif sebagai penggant merokok.

2. Tahan keinginan Anda. Apabila Anda berhenti merokok secara bertahap, tiap kali Anda merasakan dorongan untuk merokok’ tunggu lima menit sebelum menyalakannya’, kata Dr. Powell.  Setelah beberapa hari, perpanjang penundaan itu hingga 10 menit. Beberapa hari kemudian, perpanjang lagi menjadi 15 menit, dan seterusnya. “Anda akan menemukan bahwa dorongan untuk merokok semakin lama akan menghilang semakin cepat,” katanya.

3. Cari pertolongan. Entah Anda ingin berhenti secara mendadak atau secara bertahap dengan pelan-pelan mengurangi banyak rokok yang Anda isap, alangkah baiknya bila ada orang yang memberikan dukungan. Dengan dukungan dari beberapa orang, hasilnya akan
jauh berbeda.  Mintalah dukungan dari teman-teman dan keluarga, atau dari  perkumpulan yang sama-sama ingin berhenti merokok.

4. Minum sari jeruk. Bagian paling sulit dari cara berhenti langsung dan menyeluruh, yang paling populer (tetapi bukan paling menjamin keberhasilan), adalah ketika Anda harus mengatasi reaksi-reaksi akibat hilangnya asupan nikotin, dan ini bisa berlangsung selama satu atau dua pekan. Akan tetapi Anda akan lebih mudah mengatasi reaksi-reaksi seperti mudah tersinggung, cemas, bingung, sulit konsentrasi, dan sulit tidur akibat penghentian asupan nikotin secara jauh lebih cepat apabila Anda banyak meminum sari jeruk selama masa itu. Itu karena sari jeruk membuat urin Anda lebih asam, jadi lebih cepat mengusir nikotin dari tubuh Anda, kata Thomas Cooper, D.D.S., seorang peneliti ketergantungan nikotin dan dosen ilmu kesehatan mulut di University of Kentucky di Lexington.

Selain itu rasa jeruk dalam mulut bisa membuat Anda merasa bahwa rokok tidak enak. Akan tetapi, bila Anda berhenti merokok dengan bantuan permen karet atau plester mengandung nikotin dari dokter, hindari minum sari jeruk dan minuman-minuman asam lain, karena dengan obat itu Anda ingin agar nikotin tetap ada dalam sistem Anda.

5. Bayangkan bahwa Anda sedang flu. Sebelum memberikan permen karet atau plester mengandung nikotin, ada dokter yang biasan meminta pasien yang ingin berhenti merokok agar membayangkan bahwa mereka sedang sakit flu.

Menurut Douglas E Jorenby, koordinator kegiatan klinis  di Center for Tobacco Research  and Intervention di University of Winsconsin medical School,  gejala-gejala ketergantungan ini mirip dengan flu.  Anda mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, lesu. Dan seperti ketika sedang flu, tidak banyak yang dapat Anda perbuat selain menunggu sampai mereda dengan sendirinya. Akan tetapi Anda akan mampu melewatinya. Selama Anda tidak menyerah dan kembali ke kebiasaan semula, reaksi ketergantungan itu akan hilang dalam seminggu atau dua minggu.”

6. Jauhi bar dart kafe. Godaan terbesar untuk merokok lagi adalah ketika Anda pergi ke bar atau kafe, kata Dr. Jorenby. “Bagi banyak orang, kalau tangan yang satu memegang minuman, tangan yang lain harus memegang rokok. Oleh sebab itu jauhi dulu bar atau kafe selama setidaknya dua minggu pertama setelah berhenti merokok.” Sebaliknya, sering-seringlah pergi ke perpustakaan, tempat ibadah, dan tempat-tempat umum lain yang melarang orang merokok. “Orang yang berhenti merokok tidak usah bersumpah tidak akan ke bar atau ke kafe lagi, tetapi berdasarkan pengalaman kami, tempat itu mengundang risiko tinggi bagi Anda, kecuali bila Anda telah berhasil mengatasi keinginan untuk merokok.”

7. Tulis surat kepada istri tercinta. Ketika ketergantungan nikotin menyerang Anda, alih-alih mengambil rokok dan korek api, angkatlah pena kemudian tulis surat kepada istri Anda yang menerangkan mengapa merokok sangat penting dalam hidup Anda, kata Robert Van de Castle, ‘ Ph.D., profesor emeritus di University of Virginia Medical Center di Charlottesville. Dalam surat itu, cobalah menerangkan mengapa Anda meneruskan kebiasaan itu walaupun tahu bahwa itu akan mengurangi umur Anda dan mungkin tidak akan dapat menyaksikan putra Anda lulus dari perguruan tinggi, menikah atau peristiwa penting lain.

Sumber : Age Eraser For men

Kena Asap Rokok Saat Hamil Bikin Bayi Mati Mendadak


London, Ibu yang merokok atau sering terkena paparan asap rokok selama hamil bisa menyebabkan tekanan darah bayinya menjadi abnormal. Tekanan darah abnormal menjadi penyebab kematian bayi mendadak.

Tim peneliti dari Sweden’s Karolinksa Institute menemukan paparan asap rokok selama hamil bisa menyebabkan tekanan darah bayi menjadi abnormal bahkan hingga anak tersebut dewasa nanti.

Tekanan darah yang abnormal membuat jantung harus memompa lebih cepat dan lebih keras. Studi menunjukkan kerusakan pada sirkulasi ini dapat menjadi faktor risiko pada sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Dr Gary Cohen dan tim menganalisis 36 bayi yang baru lahir, 17 diantaranya lahir dari ibu yang merokok selama hamil. Saat bayi yang sering terpapar asap rokok tersebut diperiksa, menunjukkan adanya ketidaknormalan pada denyut jantung dan tekanan darahnya. Keadaan ini semakin memburuk sepanjang tahun pertama kehidupannya.

“Biasanya ketika seseorang berdiri detak jantung meningkat dan pembuluh darah menegang. Pada bayi dari ibu yang merokok, masalah tersebut terus menerus terjadi mulai dari lahir hingga 1 tahun pertama dan menjadi semakin buruk dari waktu ke waktu,” ujar Dr Cohen, seperti dikutip dari BBCNews, Rabu (27/1/2010).

Dr Cohen menambahkan selama beberapa waktu orang sudah mengetahui adanya pengaruh kardiovaskular pada kasus kematian bayi mendadak. Dan ini kemungkinan bisa menjelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Terpapar asap rokok sejak awal kehidupan membuat mekanisme kontrol tekanan darahnya terganggu.

“Pengaruhnya bukan hanya pada pernapasan bayi tapi juga kontrol dari tekanan darah dan denyut jantungnya,” ujar Dr Cohen.

“Hasil penelitian ini sangat masuk akal. Kematian bayi mendadak bisa dihindari dengan tidak membiarkan ada asap rokok di dalam ruangan yang sama dengan bayi. Selain itu sepertiga kematian bayi mendadak bisa dihindari jika ibunya tidak merokok selama hamil,” ujar Prof George Haycock, penasehat dari Foundation for the Study of Infant Deaths (FSID). (Detik.com).

Rokok Membunuh Lima Juta Orang Tiap Tahun

Anak-anak yang tinggal serumah dengan perokok juga ikut terancam kesehatannya.
Unjuk rasa tolak rokok (ANTARA/Rosa Panggabean)

Tembakau atau rokok membunuh separuh dari masa hidup perokok dan separuh perokok mati pada usia 35 – 69 tahun. Data epidemi tembakau di dunia menjunjukkan tembakau membunuh lebih dari lima juta orang setiap tahunnya. Jika hal ini berlanjut terus, pada 2020 diperkirakan terjadi sepuluh juta kematian dengan 70 persen terjadi di negara sedang berkembang.

Menteri Kesehatan Endang R. Sedyaningsih mengatakan tingginya populasi dan konsumsi rokok menempatkan Indonesia menduduki urutan ke-5 konsumsi tembakau tertinggi di dunia setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang dengan perkiraan konsumsi 220 milyar batang pada 2005.

Padahal rokok atau tembakau dapat mengakibatkan berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan gangguan pembuluh darah, stroke, kanker paru, dan kanker mulut. Di samping itu, rokok juga mengakibatkan penurunan kesuburan, peningkatan insidens hamil diluar kandungan, pertumbuhan janin (fisik dan IQ) yang melambat, kejang pada kehamilan, gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal.

Rokok mengandung lebih dari empat ribu bahan kimia, termasuk 43 bahan penyebab kanker yang telah diketahui, sehingga lingkungan yang terpapar dengan asap tembakau juga dapat mengakibatkan bahaya kesehatan yang serius, kata Endang yang dikutip dari situs Departemen Kesehatan.

Di masa mendatang masalah kesehatan akibat rokok di Indonesia semakin berat karena 2 di antara 3 orang laki-laki adalah perokok aktif. Lebih bahaya lagi karena 85,4 persen perokok aktif merokok dalam rumah bersama anggota keluarga sehingga mengancam keselamatan kesehatan lingkungan. Selain itu, 50 persen orang Indonesia kurang aktivitas fisik dan 4,6 persen mengkonsumsi alkohol, kata Endang.

Lebih 43 juta anak Indonesia serumah dengan perokok dan terpapar asap tembakau. Padahal anak-anak yang terpapar asap tembakau dapat mengalami pertumbuhan paru yang lambat, lebih mudah terkena bronkitis dan infeksi saluran pernapasan dan telinga serta asma.

”Kesehatan yang buruk di usia dini menyebabkan kesehatan yang buruk di saat dewasa,” katanya.

Dengan mengutip data The Global Youth Survey Tahun 2006, Endang  menambahkan 6 dari 10 pelajar (64,2 persen) yang disurvei terpapar asap rokok selama mereka di rumah. Lebih dari sepertiga (37,3 persen) merokok, bahkan 3 di antara 10 pelajar atau 30,9 persen pertama kali merokok pada umur di bawah 10 tahun.

Menurut Menteri Kesehatan meningkatnya jumlah perokok di kalangan anak-anak dan kaum muda Indonesia karena dipengaruhi iklan rokok, promosi dan sponsor rokok yang sangat gencar.

Konsumsi rokok menimbulkan kerugian langsung bagi perokok dan keluarganya, terlebih bagi keluarga miskin. Rata-rata pengeluaran keluarga miskin untuk konsumsi rokok cukup besar. Alih-alih untuk perbaikan gizi keluarga dan pendidikan anak, justru pendapatan yang terbatas dibelanjakan untuk rokok, ujar Endang.

Padahal dengan mengurangi konsumsi rokok di kalangan keluarga miskin, maka subsidi pemerintah untuk pelayanan kesehatan yang menderita penyakit-penyakit akibat rokok dapat dikurangi, kata Endang.

Selanjutnya Endang mengajak dan menghimbau seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama melindungi generasi muda dari bahaya asap rokok.

”Marilah menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas asap rokok, sehingga generasi muda kita dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang utuh, berkualitas dan siap membangun negara  Indonesia,” katanya.

Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, secara jelas menyatakan pengamanan penggunaan bahan yang mengandung zat adiktif (yang meliputi tembakau dan produk yang mengandung tembakau) harus memenuhi standar dan atau persyaratan yang ditetapkan. Selain itu, setiap orang yang memproduksi dan atau memasukkan rokok ke wilayah Indonesia wajib mencantumkan peringatan kesehatan. Dalam UU itu juga mengatur tentang Kawasan Tanpa Rokok guna melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok (VIVAnews).

Fakta Mengerikan: Rokok Jadi Tren Bagi wanita

Inilah sebuah fakta ironis yang terjadi di kalangan wanita.

Di zaman modern saat ini semakin banyak wanita dewasa yang menjadikan kegiatan menghisap rokok sebagai suatu kebiasaan di waktu senggang.

Bahkan dikalangan wanita perokok, hal ini sudah menjadi tren meskipun kegiatan itu sangat membahayakan kesehatan.

Rata-rata wanita perokok mengaku, menghabiskan satu bungkus rokok sehari sudah menjadi kebiasaan. Disaat senggang, beberapa wanita mengaku, merokok bisa membantu mereka meringankan stres karena tumpukan pekerjaan atau masalah percintaan.

Sekedar informasi, satu rokok saja yang Anda hisap setiap hari, bisa merusak kesehatan. Para ahli mengatakan bahwa setiap batang rokok yang Anda hisap, akan menyebarkan racun dan karsinogen yang bisa merusak seluruh sistem tubuh Anda. Kanker paru-paru dan penyakit jantung adalah resiko utama dari rokok.

Oleh karena itu, jangan jadikan rokok sebagai tren tapi fikirkan resikonya sebelum Anda melakukannya, karena efek samping dari rokok sangat membahayakan kesehatan, terutama untuk para wanita muda. Efek dari rokok bisa menyebabkan penuaan dini. Kulit jadi mudah keriput dan timbul bercak-bercak. Merokok di usia muda juga bisa mempengaruhi masalah kesuburan Anda.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita perokok lebih cenderung memiliki telur yang rusak, mengalami masalah dalam kehamilan, dan menyebabkan angka keguguran yang lebih tinggi daripada wanita yang bukan perokok.

Jadi, jangan pernah menipu diri sendiri. Sebenarnya, mungkin Anda tahu betul seputar bahaya rokok dan resikonya. Jangan jadikan kegiatan itu sebagai suatu kebiasaan dan gaya hidup. Jika Anda sedang berada di waktu senggang, pertimbangkanlah untuk berhenti merokok atau konsultasi ke dokter untuk mencari tahu bagaimana cara menghilangkan kebiasaan buruk tersebut (VIVANEWS).

Merokok Saat Hamil? Hmmm… Sayangi Janin Anda

Ibu hamil yang merokok selama masa kehamilannya berisiko membuat anak mereka terkena gejala gangguan jiwa seperti delusi dan halusinasi. Sebuah survei di Inggris menunjukkan bahwa ibu hamil yang merokok sekitar 20 persen lebih mudah tertimpa permasalahan itu.Risiko tersebut akan meningkat sekitar 84 persen jika jumlah rokok yang diisap mencapai 20 puluh batang atau lebih dalam sehari.

Riset yang diselenggarakan Universitas Cardiff, Nottingham, Bristol dan Warwick itu, seperti dikutip BBC, merupakan bagian dari sebuah studi jangka panjang Avon Longitudinal Study of Parents and Children yang meneliti bagaimana genetik dan lingkungan mempengaruhi kesehatan.

Salah satu survei dalam penelitian jangka panjang itu dilakukan terhadap kelompok anak usia dua belas tahun yang ibunya merokok semasa kehamilan. Anak-anak itu diteliti sejauh mana mengalami kejadian halusinasi.

Selain itu, diteliti pula kemungkinan konsumsi ganja dan alkohol oleh ibu mereka. Ketua tim peneliti Stanley Zammit mengatakan, paparan tembakau dapat mempengaruhi pertumbuhan otak janin. Hasil studi tersebut setidaknya memperkuat larangan merokok selama masa kehamilan yang masih banyak diabaikan oleh perempuan, setidaknya di Inggris. Di negara ters ebut, sekitar 15 persen perempuan hamil masih tidak melepaskan kebiasaan buruknya merokok (Kompas).

Baca juga:

Kena Asap Rokok Saat Hamil Bikin Bayi Mati Mendadak