Category Archives: berhenti merokok

Franky Sahilatua Kena Kanker karena Pola Hidup

Franky Sahilatua

Franky Sahilatua kena kanker karena Pola Hidup

JAKARTA – Franky Sahilatua menderita kanker tulang sumsum belakang. Kata sahabat Franky, Glenn Fredly , penyakit itu datang menyerang gara-gara pola hidup Franky.

“Itu karena pola hidup dia. Apalagi dia perokok. Pola tidur yang tidak teratur benar-benar membuat dia drop kali ini,” ujar Glenn yang ditemui di acara penggalangan dana untuk Franky, di Bengkel Cafe, Jakarta, Kamis (12/8/2010) malam.

Glenn satu bulan yang lalu masih bertemu Franky. Dia melihat perut Franky sebelah kanan bengkak. “Waktu itu, saya suruh dia istirahat karena penyakitnya belum bisa dideteksi. Setelah dideteksi, ternyata kanker sumsum tulang belakang,” terang Glenn.

Walau sedang tergolek sakit, Franky masih sempat menasehati mantan suami Dewi Sandra itu untuk menjaga kesehatan.

“Dia memberikan energi yang luar biasa. Dia bilang kepada saya untuk menjaga kesehatan. Saya langsung terpukul dengan kata-kata itu. Buat saya, sosok beliau masih sangat dibutuhkan,” kata Glenn.

Dibutuhkan biaya Rp200 juta lebih untuk melakukan operasi terhadap Franky. Operasi tahap pertama sudah dilakukan dan masih tersisa 50 benjolan lagi di tulang belakangnya.

Gaya hidup merokok selain boros juga menyengsarakan diri sendiri dan orang lain. Jika anda adalah perokok, berhentilah sekarang sebelum terlambat.

Stop Rokok dengan Terapi SEFT

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO

Seorang lelaki melintas di depan mobil di Annex Building, Jakarta, yang mengkampanyekan untuk berhenti merokok, Jumat (30/5). Berbagai kampanye dilakukan untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei. Setidaknya 200 elemen di dalam rokok dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

(Kompas) Dalam 5 x 25 menit, kecanduan merokok bisa hilang dengan melakukan terapi SEFT (Spiritual, Emotional, Freedom, Technique). Terapi yang dilakukan dengan mengetuk ringan dengan 2 ujung jari atau yang disebut tapping di bagian tubuh tertentu, sehingga bisa kita lakukan sendiri.

Awalnya, pecandu diminta untuk mencium bau rokok yang biasa dihisapnya, ini adalah langkah awal yang disebut dengan the set-up yang bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. langkah ini dilakukan untuk menetralisir pikiran negatif yang spontan dari mencium bau rokok itu, yang pasti para perokok masih ingin menghisapnya. Setelah itu terapis akan menekan dada kita, tepatnya di sekitar dada atas.

Kemudian, terapis akan akan melakukan tapping di titik-titik tubuh yang merupakan titik aliran energi kita, yang jika diketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Titik-titik tersebut adalah bagian atas kepala, titik permulaan alis mata, diatas tulan di samping mata, 2 cm di bawah kelopak mata, tepat di bawah hidung, diantara dagu dan bagian bawah bibir, di ujung tempat bertemunya ulang dada, di bawah ketiak, di perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara, dan di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan.

Setelah tapping selesai, perokok diminta untuk mencium bau rokok kembali, lalu menghisapnya. Alhasil, mereka mengatakan Pusing, pahit, getir dan tidak mau mengisap lagi.

Seperti yang dilakukan para terapis SEFT dalam acara Stop Rokok Buat Hidupmu di Aula Wisma Menpora, Sabtu (31/5). Mereka melakukan terapi untuk menghentikan kebiasaan dan kecanduan merokok para siswa SMP-SMA yang sudah menjadi perokok.

“Baru tadi pagi saya terakhir merokok, setelah diterapi seperti ini, kok tiba-tiba rokok yang tiap hari saya hisap rasanya aneh, pahit dan getir, baunya juga tidak enak. “Semoga ini bertahan lama, saya niat tidak mau merokok lagi,” ujar Yanto (20), yang bera sal dari Bogor salah satu perokok yang mengikuti terapi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, penemu metode SEFT Ahmad Faiz Zainuddin mengungkapkan bahwa SEFT tidak hanya mampu menghilangkan kecanduan merokok, tapi bisa juga menghilangkan stres, phobia, alergi, trauma, dan lain-lain.”SEFT sangat universal dan sangat mudah dilakukan,” ujar Faiz.

Tujuh Langkah Melupakan Rokok

BERHENTI merokok tidaklah semudah membalik telapak tangan.  Menurut direktur pendidikan masyarakat di American Lung Association of New Yo di New York City, Rami Bachiman, hanya 10 persen di antara 20 juta perokok yang mencoba berhenti tiap tahun akhirnya mencapai sukses.

Ada bermacam-macam strategi yang dapat digunakan untuk menolong diri sendiri seperti  membuat tangan tetap sibuk mengunyah wortel, menghela napas panjang di udara segar, minu air putih, atau bahkan menghadiahi diri sendiri.

Kendatipun demikian berikut ini beberapa cara yang dapat meningkatkan peluang Anda untuk berhasil berhenti merokok dan tidak kembali lagi ke kebiasaan semula selama minggu-minggu pertama yang sangat kritis :

1. Catat kemajuan Anda. Bila Anda mencoba berhenti merokok secara pelan-pelan tetapi mantap, yang penting Anda perbuat adalah menetapkan kapan Anda akan betul-betul meninggalkan rokok.  Akan tetapi sementara itu, catat setiap batang rokok yang Anda isap-di mana dan dalam kondisi apa, saran Don R. Powel, Ph.D. ketua American Institute for Preventive Medicine di Farmingto Hills, Michigan, yang juga seorang mantan perokok. Ini aka memudahkan Anda mengidentifikasi situasi-situasi yang menyebabka Anda merokok lalu menentukan perilaku alternatif sebagai penggant merokok.

2. Tahan keinginan Anda. Apabila Anda berhenti merokok secara bertahap, tiap kali Anda merasakan dorongan untuk merokok’ tunggu lima menit sebelum menyalakannya’, kata Dr. Powell.  Setelah beberapa hari, perpanjang penundaan itu hingga 10 menit. Beberapa hari kemudian, perpanjang lagi menjadi 15 menit, dan seterusnya. “Anda akan menemukan bahwa dorongan untuk merokok semakin lama akan menghilang semakin cepat,” katanya.

3. Cari pertolongan. Entah Anda ingin berhenti secara mendadak atau secara bertahap dengan pelan-pelan mengurangi banyak rokok yang Anda isap, alangkah baiknya bila ada orang yang memberikan dukungan. Dengan dukungan dari beberapa orang, hasilnya akan
jauh berbeda.  Mintalah dukungan dari teman-teman dan keluarga, atau dari  perkumpulan yang sama-sama ingin berhenti merokok.

4. Minum sari jeruk. Bagian paling sulit dari cara berhenti langsung dan menyeluruh, yang paling populer (tetapi bukan paling menjamin keberhasilan), adalah ketika Anda harus mengatasi reaksi-reaksi akibat hilangnya asupan nikotin, dan ini bisa berlangsung selama satu atau dua pekan. Akan tetapi Anda akan lebih mudah mengatasi reaksi-reaksi seperti mudah tersinggung, cemas, bingung, sulit konsentrasi, dan sulit tidur akibat penghentian asupan nikotin secara jauh lebih cepat apabila Anda banyak meminum sari jeruk selama masa itu. Itu karena sari jeruk membuat urin Anda lebih asam, jadi lebih cepat mengusir nikotin dari tubuh Anda, kata Thomas Cooper, D.D.S., seorang peneliti ketergantungan nikotin dan dosen ilmu kesehatan mulut di University of Kentucky di Lexington.

Selain itu rasa jeruk dalam mulut bisa membuat Anda merasa bahwa rokok tidak enak. Akan tetapi, bila Anda berhenti merokok dengan bantuan permen karet atau plester mengandung nikotin dari dokter, hindari minum sari jeruk dan minuman-minuman asam lain, karena dengan obat itu Anda ingin agar nikotin tetap ada dalam sistem Anda.

5. Bayangkan bahwa Anda sedang flu. Sebelum memberikan permen karet atau plester mengandung nikotin, ada dokter yang biasan meminta pasien yang ingin berhenti merokok agar membayangkan bahwa mereka sedang sakit flu.

Menurut Douglas E Jorenby, koordinator kegiatan klinis  di Center for Tobacco Research  and Intervention di University of Winsconsin medical School,  gejala-gejala ketergantungan ini mirip dengan flu.  Anda mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, lesu. Dan seperti ketika sedang flu, tidak banyak yang dapat Anda perbuat selain menunggu sampai mereda dengan sendirinya. Akan tetapi Anda akan mampu melewatinya. Selama Anda tidak menyerah dan kembali ke kebiasaan semula, reaksi ketergantungan itu akan hilang dalam seminggu atau dua minggu.”

6. Jauhi bar dart kafe. Godaan terbesar untuk merokok lagi adalah ketika Anda pergi ke bar atau kafe, kata Dr. Jorenby. “Bagi banyak orang, kalau tangan yang satu memegang minuman, tangan yang lain harus memegang rokok. Oleh sebab itu jauhi dulu bar atau kafe selama setidaknya dua minggu pertama setelah berhenti merokok.” Sebaliknya, sering-seringlah pergi ke perpustakaan, tempat ibadah, dan tempat-tempat umum lain yang melarang orang merokok. “Orang yang berhenti merokok tidak usah bersumpah tidak akan ke bar atau ke kafe lagi, tetapi berdasarkan pengalaman kami, tempat itu mengundang risiko tinggi bagi Anda, kecuali bila Anda telah berhasil mengatasi keinginan untuk merokok.”

7. Tulis surat kepada istri tercinta. Ketika ketergantungan nikotin menyerang Anda, alih-alih mengambil rokok dan korek api, angkatlah pena kemudian tulis surat kepada istri Anda yang menerangkan mengapa merokok sangat penting dalam hidup Anda, kata Robert Van de Castle, ‘ Ph.D., profesor emeritus di University of Virginia Medical Center di Charlottesville. Dalam surat itu, cobalah menerangkan mengapa Anda meneruskan kebiasaan itu walaupun tahu bahwa itu akan mengurangi umur Anda dan mungkin tidak akan dapat menyaksikan putra Anda lulus dari perguruan tinggi, menikah atau peristiwa penting lain.

Sumber : Age Eraser For men

Pakai Koyo Nikotin 6 Bulan Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok

img
(Foto: stopsmokingsteps)

Pennsylvania, Besarnya bahaya merokok sudah diketahui para perokok namun keinginan berhenti merokok kadang banyak hambatannya. Memakai koyo nikotin selama 6 bulan terbukti cukup ampuh mengusir kebiasaan merokok dan mengurangi keinginan untuk kembali merokok.

Standar terapi koyo nikotin yang disarankan industri yang memproduksi koyo tersebut adalah 2 bulan. Namun dalam sebuah studi yang melibatkan 568 orang perokok, terbukti bahwa perokok yang memperpanjang masa pemakaian koyo nikotin menjadi 6 bulan lebih bisa menghentikan kebiasaan merokoknya 2 kali lipat dibanding partisipan yang hanya memakai koyo nikotin selama 2 bulan.

Di akhir studi 31,6 persen partisipan berhasil tidak merokok lagi setelah 6 bulan memakai koyo nikotin. Dalam laporan yang dimuat di Annals of Internal Medicine juga disebutkan bahwa perokok yang memperpanjang masa terapinya menjadi 6 bulan, lebih bisa mengekang nafsunya untuk merokok lagi pada masa-masa relapse (kambuh).

“Hasil studi kami menunjukkan, perokok yang kambuh lagi saat mencoba untuk berhenti merokok bisa tertolong dengan meneruskan memakai koyo tersebut,” kata Robert Schnoll, profesor psikiatrik dari University of Pennsylvania School of Medicine seperti dilansir Health, Rabu (3/2/2010).

Setelah 1 tahun, partisipan yang benar-benar bisa berhenti merokok adalah sebanyak 14,5 persen. Keberhasilan terapi nikotin ini membuktikan bahwa dengan pemakaian yang konsisten, tidak ada yang tidak mungkin bagi perokok yang ingin berhenti merokok (detikHealth).

Ingin Lebih Muda 5 Tahun? Stop Merokok!

Inilah alasan lain Anda harus berhenti merokok sekarang juga!
Stop Merokok (doc Corbis)

Rokok memiliki racun mematikan. Banyak pakar kesehatan yang memprediksi perokok tidak akan memiliki umur panjang.

Karena itu, jika Anda ingin berumur panjang cobalah berhenti merokok. Hasil dari penelitian di Inggris, berhenti merokok bisa memperpanjang usia seseorang. Bahkan, mereka yang telah divonis menderita kanker paru-paru pun, setelah berhenti merokok bisa bertahan hidup lebih lama.

Dan, yang mencengangkan, mereka yang didiagnosa menderita kanker paru-paru stadium awal memiliki peluang dua kali lipat bisa bertahan hidup lebih lama dengan catatan tidak lagi menghisap nikotin.

Meskipun sebelumnya tidak ada bukti kuat, pasien kanker paru-paru yang berhenti merokok bisa bertahan lebih lama. Namun, berdasarkan analisis peneliti Inggris dari sepuluh studi tentang tingkat ketahanan hidup menunjukkan, dampak berhenti merokok cukup signifikan.

Mereka mencatat bahwa perokok aktif dengan kanker paru-paru memiliki 29-33% kemungkinan selamat dalam lima tahun ke depan. Sementara mereka yang telah berhenti merokok 63-70% akan bertahan untuk jangka waktu yang sama.

Para ilmuwan masih tidak yakin apakah bahaya nikotin dari rokok sangat berkaitan erat dengan kanker paru-paru. Meski demikian dari hasil analsisis ini bisa diketahui bahwa masih ada harapan baru meskipun belum bisa dibuktikan apakah rokok sebagai modus utama penyebab kematian cepat pada penderita kanker paru-paru.

Peneliti yang memimpin studi ini pun mengatakan bahwa dengan hasil penelitian ini ada pemahaman kemampuan tubuh untuk pulih kembali, bahkan setelah diagnosis dini kanker paru-paru, dapat juga mengarah pada pengembangan pengobatan baru untuk penyakit.

Lebih banyak orang di seluruh dunia menderita kanker paru-paru daripada kanker lain dan sering didiagnosis terlambat. Walaupun kematian akibat kanker telah turun dalam beberapa tahun terakhir, analisis baru-baru ini oleh National Institute of Cancer menunjukkan, gender memegang peranan penting dalam kondisi bertahan.

Pria yang meninggal akibat akibat kanker berkurang 10% 2002-2006, sementara kematian wanita turun hanya 7,5%. Peningkatan pemeriksaan medis, teknologi, dan gaya hidup sehat diprediksi menjadi pemicu semangat seseorang untuk bertahan hidup lebih lama. Walaupun relatif, kematian dari kondisi lain seperti stroke dan penyakit jantung menurun sebanyak 50%.

Temuan pada 2009 juga menunjukkan, lebih sedikit pria daripada wanita yang didiagnosis dengan kanker. Meskipun angka-angka ini memiliki kekhawatiran besar ketika diketahui bahwa kanker paru-paru menduduki peringkat tertinggi penyebab kematian, namun korban terbanyaknya adalah wanita. Hal ini terjadi karena saat ini lebih banyak wanita perokok ketimbang pria (VIVAnews ).

Butuh Niat untuk Bebas dari Jeratan Asap

Awalnya hanya coba-coba akhirnya jadi kecanduan. Begitulah awal mula seorang perokok pemula berubah menjadi perokok tetap bahkan mengalami adiksi nikotin. Kebanyakan perokok bukannya tak tahu bahaya merokok, tetapi untuk berhenti total bagi mereka tak semudah membalik telapak tangan.

Berhenti merokok merupakan suatu proses, sehingga memerlukan waktu. Menurut dr.Tribowo Ginting, Sp.KJ, dari RS.Persahabatan Jakarta, ada beberapa tahapan yang dilalui perokok yang ingin berhenti, yakni tahap prakontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan terakhir tahap ruwatan (maintenance).

“Pada tahapan prakontemplasi biasanya perokok masih menolak untuk berhenti,” katanya. Karena itu sebaiknya jangan memaksa perokok untuk berhenti karena tidak efektif. “Niat berhenti harus datang dari perokok sendiri,” katanya. Bila tahap ini sudah dilalui, akan lebih mudah melewati tahap selanjutnya.

Saat proses berhenti merokok, ada perubahan yang dialami perokok akibat putus nikotin. Gejala tersebut antara lain ketagihan tembakau, mudah tersinggung dan marah, cemas, gelisah, konsentrasi terganggu, nyeri kepala, ngantuk, dan gangguan pencernaan.

“Sifat adiksi nikotin ini membuat reseptor di otak merasa senang sesaat dan kemudian ketagihan dengan nikotin,” jelas Bowo. Namun gejala-gejala tersebut akan berhenti setelah satu atau dua minggu. Pada masa inilah dukungan dan dorongan dari orang sekitar sangat diperlukan.

“Hargai usaha mereka untuk berhenti, menyediakan waktu bila perokok perlu dukungan, tidak menghakimi, atau melakukan perayaan kecil karena perokok sudah berhenti,” kata dokter Bowo dalam acara peluncuran program Quitters Are Champions di Jakarta (26/6).

Selain itu keluarga juga bisa membantu memberi fakta, baik yang buruk atau yang baik bila perokok bimbang dan ingin merokok lagi. Teman atau keluarga juga bisa mengajak perokok melakukan kesibukan atau aktivitas pengalih perhatian.

Menurut Bowo, penyebab kegagalan yang paling banyak adalah pergaulan. “Karena itu jika sudah berhenti merokok, sebaiknya jauhi teman-temannya yang masih merokok,” katanya (Kompas).

4 Makanan Penyembuh Kecanduan Rokok

Rokok, dikatakan sebagai pendamping setia di kala stres menekan, dipuja oleh banyak kalangan dari yang menengah ke atas sampai ke bawah sebagai dewa penghilang stres. Dan kini, rokok populer di semua kalangan tak hanya para adam, kaum hawa-pun memuja rokok. Bahkan saking tergantungnya pada rokok, ada lho yang baru bangun tidur justru rokok yang dicari, bukan barang lainnya. Tak heran muncul pula motto bagi perokok, “Lebih baik nggak makan daripada nggak merokok”, motto yang mungkin bagi telinga kita terdengar konyol.

Begitu hebatnya pengaruh rokok ternyata tak cukup kuat untuk membuat sebagian besar orang berusaha untuk berhenti merokok. Pelbagai usahapun akhirnya dicoba, mulai dari berpuasa, rehabilitasi, atau mengganti rokok dengan permen. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya ada empat jenis menu makanan yang sangat membantu proses penyembuhan dari candu rokok?

Duke University, sebuah universitas di Durham, Amerika Serikat membuat sebuah penelitian tentang para perokok. Dari penelitian tersebut kemudian dihasilkan bahwa ada empat menu makanan yang dapat membantu perokok sembuh dari kecanduannya. Makanan tersebut antara lain:

1. Buah-buahan

Mereka yang kecanduan rokok pada umumnya kekurangan vitamin C, hal ini disebabkan karena adanya kandungan nikotin di dalam darah. Nikotin mempengaruhi metabolisme tubuh yang menyebabkan tubuh kita tidak mampu menyimpan vitamin C dengan baik.

Buah-buahan adalah sumber vitamin C yang sangat baik, dan untuk berhenti merokok, Anda harus banyak mengonsumsi buah-buahan yang kaya vitamin C agar nikotin di dalam darah bisa diusir dan digantikan dengan vitamin C yang sehat bagi tubuh.

Buah-buahan seperti jeruk, lemon, berry-berryan, adalah buah yang kaya akan vitamin C. Perbanyak konsumsi buah-buahan tersebut dan dalam beberapa waktu vitamin C akan mengusir habis nikotin dari tubuh Anda.

2. Sayuran

Sayuran hijau, seperti brokoli, sangat baik bagi kesehatan jantung dan paru-paru. Zat anti-kankernya melindungi jantung dan paru-paru Anda dari racun asap rokok yang tinggal di dalam tubuh. Zat di dalam brokoli akan mengurangi efek racun nikotin yang perlahan menjalar di tubuh Anda.

Sayuran lain seperti seledri, terong, kacang-kacangan dan mentimun juga sangat baik bagi pecandu rokok. Dengan mengonsumsi sayuran tersebut secara rutin, zat di dalam sayuran sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan tubuh pada nikotin.

3. Aneka Produk Susu

Memang tak banyak yang menyukai rasa susu, namun susu justru sangat baik untuk mendukung program penyembuhan kecanduan rokok ini. Susu ternyata dapat mempengaruhi rasa dari rokok, menjadikannya terasa pahit dan tidak enak. Rasa tidak enak tersebut akan membuat perokok perlahan jera mengonsumsi rokok.

Konsumsi susu sehari dua kali, dengan demikian tanpa Anda sadari rokok yang Anda hisap perlahan berkurang sedikit demi sedikit.

4. Minuman non-karbon

Jauhi softdrink dan perbanyak minum air mineral atau jus buah. Kandungan nutrisi dalam jus buah akan membantu membersihkan racun nikotin di dalam tubuh. Sedangkan softdrink, atau kopi justru membuat tubuh Anda semakin haus pada nikotin.

Yuk sembuh dari kecanduan rokok, biarkan tubuh Anda bernafas lebih lega tanpa pengaruh nikotin yang terus meracuni setiap bagian tubuh Anda. (Kpl/ICH – metrotvnews.com)